Terdepan dalam Pelayanan Kesehatan
Perempuan, Perinatal dan Anak

RSAB Harapan Kita

  • Home
  • Artikel Kesehatan

Kenali Gejala Pneumonia pada Anak

Batuk pilek merupakan gejala infeksi saluran napas akut (ISPA) yang sering dialami oleh bayi dan anak. Batuk pilek sebagian besar adalah gejala yang ringan dan sembuh dengan sendirinya karena sebagian besar disebabkan oleh virus yang ringan. Namun demikian pada sebagian kasus, batuk pilek yang semakin menghebat gejalanya bahkan menyebabkan kesulitan bernapas pada bayi dan anak dapat merupakan indikasi ke arah penyakit yang lebih berat seperti radang paru atau pneumonia. Pneumonia adalah peradangan jaringan di salah satu atau kedua paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan benda-benda kimia yang terhirup ke saluran napas. Sekilas gejala pneumonia dan influenza terbilang mirip, namun ada gejala khusus yang perlu dicermati oleh Bunda yang harus segera ditindaklanjuti. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) Kementerian Kesehatan tahun 2007, pneumonia merupakan penyakit penyebab kematian kedua tertinggi setelah diare diantara balita. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi perserikatan bangsa-bangsa UNICEF menyebut lebih dari 2.500 balita di dunia meninggal karena pneumonia setiap harinya. Tayang berikut akan memaparkan gejala, penyebab, ciri-ciri dan upaya pencegahan pneumonia pada anak menurut Dokter Subspesialis Paru Anak di RSAB Harapan Kita, dr. Rifan Fauzie, SpA dalam liputan berita NET Mediatama Indonesia

Silahkan klik tayangan video dibawah ini. (PART 1 dan 2)

Part 1

https://www.facebook.com/rsabhk/videos/1035528279815825/

Part 2

https://www.facebook.com/rsabhk/videos/1035529746482345/

Tim Penulis dan Editor :

Instalasi Humas dan Pemasaran RSAB Harapan Kita dan dr. Rifan Fauzie, SpA.

Kenali Gejala Diabetes Pada Anak

Penyakit diabetes sering kali dianggap remeh oleh masyarakat. Penyakit ini dikenal sebagai the silent killer. Saat ini kita harus benar-benar mengenal diabetes terutama untuk mengantisipasinya agar tak tak menimpa anak-anak kita. Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Diabetes di Indonesia kebanyakan menyerang usia 15 tahun ke atas. Namun, tidak bisa dihindari anak dan remaja berusia dibawah 15 tahun. Dari data Kementerian Kesehatan Tahun 2013, proporsi penduduk Indonesia dengan faktor risiko diabetes melitus tertera bahwa anak-anak berusia kurang dari 5 tahun hingga 15 tahun dengan kegemukan atau berat badan lebih mempunyai faktor risiko diabetes melitus. Penyakit diabetes pada anak-anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor genetik, pola makan yang buruk, lahir dengan berat badan rendah, dan kegemukan atau obesitas. Mari mengenali gejala diabetes pada anak menurut Dokter Spesialis Anak Subspesialis Hormon Anak di RSAB Harapan Kita dr. Endang Triningsih, Sp.A (K) dalam acara Metro I Care Metro TV.

Tips Keberhasilan Jalani Program Bayi Tabung

Sebagai pasangan suami istri, pastinya mendambakan seorang buah hati. Namun, beberapa faktor medis terkait kesuburan pasangan, baik suami maupun istri yang terkadang menghambat untuk mendapatkan buah hati yang diinginkan. Gangguan kesuburan merupakan suatu penyakit sistem reproduksi yang menyebabkan pasangan suami istri mengalami kesulitan hamil walaupun telah melakukan hubungan suami istri teratur tanpa menggunakan kontrasepsi selama 1 tahun. Penyebab gangguan kesuburan meliputi gangguan sperma pria, saluran indung telur, ovulasi (gangguan pematangan dan pelepasan sel telur), mioma, polip, kelainan rahim, dan unexplained infertility. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, salah satunya dengan mengikuti program bayi tabung.

Di Indonesia, teknik bayi tabung pertama kali dilaksanakan di Klinik Melati RSAB Harapan Kita, pada tahun 1987. Pelayanan bayi tabung klinik melati hingga kini masih berperan aktif dalam upaya membantu pasangan suami istri yang mengalami masalah kesuburan atau kesulitan hamil (infertilias). Pelayanan meliputi konsultasi pasangan suami istri terkait infertilitas, USG (Ultrasonografi), penanganan masalah kesuburan, analis spermalengkap untuk memperbaiki kualitas sperma, penanganan penyakit kandungan, HSG (Histerosalpingografi), inseminasi (penyemperotan sperma ke dalam rahim), laboratorium hormon, imunologi dan genetik, histeroskopidanlaparoskopi, terapialamiah, teknik penyimpanan sperma, sel telur dan embrio (simpan beku), ICSI, Assisted Hatching, PESA/MESA/TESE, dan teknik bayi tabung (in vitro fertilization/IVF). Jadwal konsultasi di Klinik Melati yakni setiap Senin – Sabtu, pukul 08.00-13.00 WIB. Dikerjakan oleh tim dokter yang berpengalaman, mendapatkan pelatihan di sentra bayi tabung internasional (providing the highest possible standart of fertility treatment) dan mempunyai sertifikat kompetensi untuk pelayanan infertilitas.

Berikut penjelasan salah seorang dokter dari tim praktisi bayi tabung Klinik Melati di RSAB Harapan Kita mengenai masalah infertilitas apa saja yang sering muncul dan apa saja yang harus dilakukan, serta syarat apa saja yang harus diikuti untuk menjadikan bayi tabung sukses menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Subspesialis Fertility Endokrinologi, dr. Hadi Sjarbaini, Sp.OG dalam acara Metro Plus Siang Metro TV.

We have infertile couples build families

#bayitabung

#bayitabungindonesia

#rsabharapankita

#klinikbayitabungRSABharapankita

#solusimendapatkanketurunan

#newhopetohaveababy

Tim Penulis dan Editor :

Instalasi Humas dan Pemasaran RSAB Harapan Kita dan dr. Hadi Sjarbaini,Sp.OG.

 

 

Gunakan antibiotik hanya saat dibutuhkan

Ayo, kita bisa cegah kekebalan kuman.

Karena antibiotik adalah sumberdaya alam milik kita bersama.

Watch this video!!

  • 1
  • 2