Terdepan dalam Pelayanan Kesehatan
Perempuan, Perinatal dan Anak

RSAB Harapan Kita

ENDOSKOPI KAPSUL DI RSAB HARAPAN KITA

Jakarta – Selasa (19/9/2017), dr. Eva Jeumpa Soelaeman, SpA(K), melakukan Endoskopi Kapsul terhadap pasien bernama F (16 tahun) di RSAB Harapan Kita. Kapsul Endoskopi adalah alat diagnostik yang terdiri atas kamera nirkabel yang berada di dalam kapsul. Ini adalah alat yang tidak menimbulkan rasa sakit dan non-invasif yang memberikan gambar usus kecil. Kapsul ditelan dan kapsul ini akan mengalir sepanjang esophagus (kerongkongan), perut hingga ke usus kecil. Kapsul ini mengambil puluhan ribu gambar yang dapat direkam pada harddisk yang dipakai sebagai ikat pinggang oleh pasien. Kapsul dikeluarkan melalui pembuangan tinja. Gambar kemudian diperiksa oleh dokter untuk menentukan gangguan atau kelainan pada usus kecil.

Continue Reading

PARTISIPASI RSAB HARAPAN KITA DALAM MEMPERINGATI PEKAN ASI SEDUNIA (PAS)

Jakarta, 01/08/2017, Dalam rangka memperingati Pekan Asi Sedunia (PAS), yang diperingati setiap tahun pada minggu pertama di Bulan Agustus. RSAB Harapan Kita bekerja sama dengan TATC ( Tambah Asi Tambah Cinta ) mengadakan kegiatan seperti Talkshow dan konseling. Adapun kegiatan tersebut, bertujuan untuk Membangun kepedulian/kesadaran semua pihak untuk mendukung keberlangsungan pemberian ASI. Seperti kita ketahui, ASI mengandung semua nutrisi penting yang diperlukan bayi untuk tumbuh kembangnya, disamping itu juga mengandung antibodi yang akan membantu bayi membangun sistem kekebalan tubuh dalam masa pertumbuhannya. Menyusui juga dapat menciptakan ikatan psikologis dan kasih sayang yang kuat antara ibu dan bayi.

Mengingat pentingnya pemberian ASI bagi tumbuh kembang yang optimal baik fisik maupun mental dan kecerdasannya, maka perlu perhatian agar dapat terlaksana dengan benar. Faktor keberhasilan dalam menyusui adalah dengan menyusui secara dini dengan posisi yang benar, teratur, dan eksklusif. Oleh karena itu, salah satu yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana ibu yang bekerja dapat tetap memberikan ASI kepada bayinya secara eksklusif sampai 6 (enam) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2(dua) tahun. Saat ini, sudah banyak orang tua yang berhasil memberikan bayi mereka ASI Ekslusif, meskipun kedua orang tuanya bekerja. Bahkan banyak pula yang mampu meneruskan menyusui hingga anaknya berusia dua tahun atau lebih. Semua itu bisa dilakukan jika ibu mendapatkan informasi yang benar mengenai pemberian ASI maupun penggantinya (susu formula, dan berbagai jenis cairan lain) sejak masa kehamilannya.

RSAB Harapan Kita ikut berpartisipasi dalam memperingati Pekan Asi Sedunia (PAS). Petugas medis yang terdiri dari perawat, bidan dan ahli gizi ikut memberikan kontribusinya dalam kegiatan tersebut. Kegiatan konseling ini berhasil menarik perhatian pasien, karena diberikan kesempatan untuk berkonsultasi secara Cuma – Cuma dengan petugas medis yang berkompeten di bidangnya. Selain memberikan konseling kepada pasien rawat jalan, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada pasien ibu rawat inap untuk dapat berkonsultasi tentang ASI dengan petugas medis yang mengunjungi pasien di ruangan – ruangan rawat inap. Kegiatan yang dilakukan selama 4 hari ( 01 s/d 04 Agustus 2017 ) dimulai dari jam 09.00 – 12.00 WIB berlangsung dengan lancar.

Bunda – bunda hebat, sekali lagi, jangan lewatkan kesempatan emas ini ya, kesempatan yang tidak akan terulang untuk kedua kalinya dalam memberikan ASI bagi bayi – bayi mungil kita, karena banyak sekali manfaat yang akan diperoleh ibu dan bayi kita. Sampai ketemu di konseling berikutnya.. dan selalu semangat dalam memberikan ASI.

TALKSHOW WORLD BREASFEEDING WEEK (PEKAN ASI SEDUNIA) 2017 DI RSAB HARAPAN KITA

Jakarta, 06/08/2017, Masih dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia, RSAB Harapan Kita bekerja sama dengan TATC ( Tambah ASI Tambah Cinta ) & Komunitas MotherHope Indonesia mengadakan Talkshow yang dilakukan di Ruang Auditorium Gedung Administrasi Lantai 1 RSAB Harapan KIta. Talkshow yang dihadiri oleh 58 peserta itu dibagi menjadi 2 sesi. Untuk sesi pertama, topik yang diangkat adalah Kenali dan Atasi Pospartum Depression yang disampaikan oleh dr. Pec. Indman, EdD, MFT (Psikolog, trainer/educator, psikoterapis, co-author “Beyond the Blues” volunteer postpartum support international). dr. Endang Lestari,SpA (K) selaku Ketua KPASI RSAB Harapan Kita dan dr. Lydia Pratanu, MS menjadi salah satu narasumber untuk sesi yang kedua dengan topik Dukungan Menyusui : Pospartum Depression dan Kelainan Bawaan.

Drs. Sudarto, MM selaku Direktur Keungan RSAB Harapan Kita, ikut hadir pada acara tersebut untuk memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Talkshow yang diadakan saat itu. Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dukungan menyusui bagi ibu khususnya yang mengalami PPD (post partum depression) dan atau memiliki anak dengan kelainan bawaan lahir. Faktor yang mempengaruhi dan menyebabkan rendahnya pemberian ASI Eksklusif di Indonesia dikarenakan belum semua rumah sakit menerapkan 10 (sepuluh) langkah menuju keberhasilan menyusui dan belum semua bayi memperoleh inisiasi menyusui dini serta faktor lain seperti jumlah konselor yang masih sedikit. RSAB Harapan Kita sebagai rumah sakit rujukan nasional pelayanan kesehatan Ibu dan Anak dan rumah sakit sayang bayi yang melaksanakan sepuluh langkah menuju keberhasilan menyusui terus berupaya untuk memberikan perlindungan, promosi dan dukungan menyusui bagi para Ibu dan bayi.

Diharapkan dengan adanya kegiatan talkshow ini, dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi serta dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara mengenali dan mengatasi postpartum depression.

Kepada ibu – ibu di seluruh indonesia, Jangan mempertaruhkan masa depan bayi-bayi Indonesia dengan tidak memberikan ASI, yang sudah terbukti merupakan makanan yang paling bagus, paling lengkap dan paling higienis untuk dikonsumsi oleh bayi. Air Susu Ibu Adalah hadiah yang sangat berharga yang dapat diberikan pada bayi. Ayo, semangat buat Ibu – ibu hebat untuk memberikan ASI.

Penyuluhan Rutin Dalam Rangka Kegiatan PKRS

Jakarta, Rabu 26 April 2017, RSAB Harapan Kita kembali mengadakan penyuluhan rutin dalam rangka kegiatan PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit). Kegiatan yang diselenggarakan mulai pukul 09.30 sampai dengan 11.30 WIB tersebut diisi dengan 2 topik yang berbeda. Bidan Mawan Frisanti Naibaho,S.Keb dari Team Kebidanan menyampaikan penyuluhan dengan topik ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja serta Vivi Rahmadhani, Amd.Tw dari Team Terapi Wicara dengan topik Stimulasi Bahasa pada Anak.

Kegiatan tersebut berlangsung kurang lebih 120 menit dan dihadiri oleh 21 pasien ibu dan keluarga yang bertempat di Ruang Tunggu Klinik Anyelir . Dalam kegiatan tersebut, bidan Mawan Fristanti menyampaikan bahwa menyusui merupakan salah satu pengalaman paling indah yang dialami ibu dan bayi. Sayangnya tidak semua ibu menyadari akan pentingnya menyusui bayinya. Air Susu Ibu (ASI) diciptakan oleh Tuhan dengan segala kelebihannya. ASI mengandung semua nutrisi penting yang diperlukan bayi untuk tumbuh kembangnya, disamping itu juga mengandung antibodi yang akan membantu bayi membangun sistem kekebalan tubuh dalam masa pertumbuhannya. Menyusui juga dapat menciptakan ikatan psikologis dan kasih sayang yang kuat antara ibu dan bayi

Begitu pentingnya manfaat ASI bagi bayi maka para ahli menyarankan agar ibu menyusui bayinya selama 6 bulan sejak kelahiran yang dikenal dengan istilah Asi Eksklusif. Dalam era globalisasi banyak ibu yang bekerja, keadaan ini sering menjadi kendala bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. sehingga pemberian ASI Eksklusif mungkin tidak tercapai. Agar ibu yang bekarja juga dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya perlu pengetahuan dan cara pemberian ASI yang benar. Bagi ibu yang bekerja menyusui tidak perlu dihentikan. Ibu bekerja tetap harus memberi ASI kepada bayinya karena banyak keuntungannya. Jika memungkinkan bayi dapat dibawa ketempat ibu bekerja. Namun hal ini akan sulit dilaksanakan apabila di tempat bekerja atau di sekitar tempat bekerja tidak tersedia sarana penitipan bayi atau pojok laktasi. Bila tempat bekerja dekat dengan rumah, ibu dapat pulang untuk menyusui bayinya pada waktu istirahat atau minta bantuan seseorang untuk membawa bayinya ketempat bekerja.

Pada kesempatan yang sama Vivi Rahmadhani,Amd.TW dari team Terapi Wicara membahas tentang Stimulasi Bahasa pada Anak. Seorang bayi dari hari ke hari akan mengalami perkembangan bahasa dan kemampuan bicara, namun tentunya tiap anak tidak sama persis pencapaiannya, ada yang cepat berbicara ada pula yang membutuhkan waktu agak lama. Untuk membantu perkembangannya ibu dapat membantu memberikan stimulasi yang disesuaikan dengan keunikan masing-masing anak. Seperti yang disampaikan oleh narasumber, bahwa ada beberapa cara yang perlu diketahui tentang bagaimana cara mengajarkan anak berbahasa. Cara – cara tersebut adalah 1. Visual ( penglihatan ), 2. Auditory ( pendengaran ), 3. Taktil ( rasa raba ).

Jadi dari edukasi yang disampaikan dapat disimpulkan bahwa, betapa pentingnya memberikan stimulasi bahasa pada anak dengan tujuan agar anak mampu berkomunikasi dengan orang lain dengan bahasa yang ia miliki sesuai dengan usia perkembangannya.

Peserta yang hadir saat itu terlihat cukup antusias, terlihat dari beberapa pasien yang memberikan pertanyaan seputar topic yang disampaikan. Jadi nantikan kami di kegiatan berikutnya dengan topik yang lebih menarik.