Terdepan dalam Pelayanan Kesehatan
Perempuan, Perinatal dan Anak

tolak gratifikasi

  • Home
  • Berita
  • Acara
  • Edukasi Tentang Bimbingan Antenatal Menyusui di RSAB Harapan Kita

Edukasi Tentang Bimbingan Antenatal Menyusui di RSAB Harapan Kita

Jakarta, Kamis 25 Januari 2018, Diawal tahun 2018 RSAB Harapan Kita kembali mengadakan penyuluhan rutin dalam rangka kegiatan PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit). Kegiatan ini diselenggarakan mulai pukul 10.00 s/d 11.00 WIB dengan topik Bimbingan Antenatal Menyusui  yang disampaikan oleh Team KP-ASI RSAB Harapan Kita.

Edukasi yang dihadiri oleh 12 peserta itu berlangsung kurang lebih 90 menit bertempat di Ruang Tunggu Anyelir. Mawan Frisanti,SST yang merupakan salah satu team KP-ASI RSAB menyampaikan bahwa biarkan bayi menyusu sendiri dalam ½ - 1 jam setelah persalinan,agar  mendapatkan kolostrum dari ASI pertama, yaitu cairan berharga yang kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) dan zat penting lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus. Kemudian pemberian ASI diteruskan sampai usai 6 bulan Selanjutnya pemberian ASI ekslusif dapat diberikan dengan pendamping makanan, pemberian ASI sendiri dapat diberikan hingga usia bayi  berusia 2 tahun.

Menyusui eksklusif selama 6 bulan terbukti memberikan risiko yang lebih kecil terhadap berbagai penyakit infeksi (diare, infeksi saluran napas, infeksi telinga, pneumonia, infeksi saluran kemih) dan penyakit lainnya (obesitas, diabetes, alergi, penyakit inflamasi saluran cerna, kanker) di kemudian hari. Bayi yang mendapat ASI lebih sedikit memerlukan rawat inap dibanding bayi yang mendapat susu formula. Zat kekebalan yang berasal dari ibu dan terdapat dalam ASI akan ditransfer ke bayi untuk membantu mengatur respons imun tubuh melawan infeksi, tutur Frisanti dalam edukasinya.

Menyusui memberi keuntungan untuk ibu, karena tidak perlu mensterilkan botol, tidak perlu membeli susu formula, menakar dan mencampurnya. Oleh karena menyusui bayi memerlukan ekstra kalori, maka ibu yang ingin berat badannya kembali seperti semula dapat terbantu. Menyusui juga merangsang uterus untuk berkontraksi kembali ke ukurannya semula sebelum hamil sehingga membantu mengurangi perdarahan setelah melahirkan.

Peserta yang hadir saat itu terlihat cukup antusias, terlihat dari beberapa pasien yang membagikan pengalamannya kepada pasien lain dalam memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya dan melakukan kegiatan IMD pasca persalinan. Ayo bunda...tetap semangat dalam memberikan ASI bagi sang buah hati kita....