preloader
WAMENKES II TINJAU KESIAPAN PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DI RSAB DAN RSJPD HARAPAN KITA

WAMENKES II TINJAU KESIAPAN PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DI RSAB DAN RSJPD HARAPAN KITA

JAKARTA (04/02/2026) – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) II, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), melakukan kunjungan kerja ke RSAB Harapan Kita dan RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita untuk meninjau implementasi serta kesiapan fasilitas pendidikan dokter spesialis berbasis universitas dan rumah sakit, Selasa (3/2).

Kunjungan kerja Wamenkes II tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan pelaksanaan program pendidikan dokter spesialis University Based dan Hospital Based di dua rumah sakit rujukan nasional Kementerian Kesehatan tersebut.

Dalam kunjungan ini, Wamenkes II didampingi oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Keslan) dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, serta Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan (Dirjen SDMK) dr. Yuli Farianti, M.Epid. Kehadiran jajaran pimpinan tinggi Kemenkes menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan dokter spesialis sekaligus percepatan pemenuhan SDM kesehatan nasional.

Rombongan Kementerian Kesehatan memulai agenda dengan hospital tour di RSAB Harapan Kita, meninjau sejumlah fasilitas penunjang pendidikan. Fokus observasi meliputi ruang pendidikan dan pelatihan (Diklat), ruang jaga residen, ruang diskusi medis, serta ruang simulator klinis yang berperan penting dalam proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi dokter spesialis.

Selain peninjauan sarana dan prasarana, Wamenkes II dan jajaran juga melakukan observasi langsung terhadap aktivitas pendidikan klinis yang sedang berlangsung di RSAB Harapan Kita dan RSJPD Harapan Kita.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan pertemuan manajemen di Aula RSJPD Harapan Kita, yang dihadiri oleh jajaran Direksi, Unit Fungsional Pelayanan (UFP), serta perwakilan residen dari kedua rumah sakit. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan paparan terkait pelaksanaan teknis program University Based dan Hospital Based, sebagai upaya memastikan integrasi sistem pendidikan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Melalui kunjungan ini, Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya dalam menyiapkan rumah sakit pendidikan yang siap, terstandar, dan berorientasi mutu, guna mencetak dokter spesialis yang kompeten dan berdaya saing tinggi untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan nasional.

The realization of safe and quality maternal and child health services with superior services of the Birth Defect Integrated Center (BIDIC), Integrated Perinatal and Referral, and Assisted Reproductive Technology through teamwork, networking, and referral systems as well as the implementation of education, training, and research integrated with service activities.