{"id":10057,"date":"2025-02-12T15:55:03","date_gmt":"2025-02-12T15:55:03","guid":{"rendered":"https:\/\/rsabhk.co.id\/?p=10057"},"modified":"2025-05-28T11:07:00","modified_gmt":"2025-05-28T04:07:00","slug":"bahaya-tuberkulosis-tbc-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/artikel-kesehatan\/bahaya-tuberkulosis-tbc-pada-anak\/","title":{"rendered":"BAHAYA TUBERKULOSIS (TBC) PADA ANAK"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bahaya Tuberkulosis (TBC) pada Anak: Gejala, Risiko, dan Pengobatan<\/strong><\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Tuberkulosis (TBC) pada Anak?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Tuberkulosis (TBC)<\/strong> adalah penyakit <strong>infeksi menular<\/strong> yang disebabkan oleh bakteri <em>Mycobacterium tuberculosis<\/em>. Meskipun dikenal menyerang paru-paru, TBC juga dapat menyerang organ lain seperti otak, tulang, ginjal, jantung, kulit, hati, dan usus. <strong>TBC pada anak<\/strong> biasanya terjadi akibat penularan dari <strong>orang dewasa yang belum diobati<\/strong>, terutama dari anggota keluarga terdekat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Faktor Risiko TBC pada Anak<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Anak-anak memiliki risiko tinggi tertular TBC, terutama jika berada dalam kondisi tertentu. Berikut adalah <strong>tiga faktor utama anak berisiko terkena TBC<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Usia Balita dan Remaja<\/strong><br>Anak usia di bawah lima tahun dan remaja memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, sehingga lebih rentan terhadap infeksi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kekebalan Tubuh yang Lemah<\/strong><br>Kondisi seperti <strong>gizi buruk, diabetes mellitus, HIV, penyakit keganasan, penggunaan obat steroid jangka panjang<\/strong>, dan lainnya dapat menurunkan daya tahan tubuh anak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kontak Erat dengan Pasien TBC Paru yang Infeksius<\/strong><br>Anak yang tinggal serumah atau sering berinteraksi dengan penderita TBC paru sangat berisiko tertular.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gejala <strong>TBC<\/strong> pada Anak<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Gejala TBC pada anak sering tidak khas dan dapat menyerupai penyakit lain. Waspadai tanda-tanda berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Batuk yang berlangsung lebih dari 2 minggu<\/strong>, meski sudah diberi pengobatan<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Demam lebih dari 2 minggu<\/strong> tanpa penyebab yang jelas<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Berat badan tidak naik<\/strong> atau bahkan menurun dalam dua bulan<\/li>\n\n\n\n<li>Anak terlihat <strong>lesu dan kurang aktif<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pembesaran kelenjar getah bening<\/strong>, terutama di leher, ketiak, atau selangkangan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengobatan <strong><strong>TBC<\/strong><\/strong> pada Anak <strong><strong>TBC<\/strong><\/strong> dapat disembuhkan<\/strong> jika pengobatan dilakukan secara <strong>teratur dan tuntas<\/strong>. Durasi pengobatan tergantung pada jenis TBC:<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>TBC biasa (paru)<\/strong>: pengobatan selama <strong>6 bulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>TBC berat\/ekstra paru<\/strong> (misalnya TBC otak, TBC tulang): pengobatan selama <strong>12 bulan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>\ud83d\udd34 <strong>Penting:<\/strong> Jika pengobatan TBC terputus di tengah jalan, kuman TBC dapat menjadi kebal obat (resisten), sehingga proses penyembuhan menjadi <strong>lebih sulit dan memakan waktu lebih lama<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Segera Periksa Jika Anak Menunjukkan Gejala TBC<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Deteksi dini TBC sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala TBC, segera periksakan ke:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumah sakit terdekat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Klinik Anak RSAB Harapan Kita<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Puskesmas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Klinik terdekat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Source : <a href=\"https:\/\/jadwal.rsabhk.co.id\" title=\"\">dr. Rifan Fauzie, Sp.A (K)<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahaya Tuberkulosis: Tuberkulosis bukanlah penyakit keturunan tetapi penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Anak-anak yang menderita TBC disebabkan karena tertular dari pasien TBC lainnya terutama dari penderita dewasa yang belum diobati<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":10755,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-10057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-kesehatan"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10057"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10057\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}