{"id":10077,"date":"2025-02-12T16:06:56","date_gmt":"2025-02-12T16:06:56","guid":{"rendered":"https:\/\/rsabhk.co.id\/?p=10077"},"modified":"2025-06-25T09:01:19","modified_gmt":"2025-06-25T02:01:19","slug":"penyakit-jantung-bawaan-pada-bayi-baru-lahir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/artikel-kesehatan\/penyakit-jantung-bawaan-pada-bayi-baru-lahir\/","title":{"rendered":"CONGENITAL HEART DISEASE IN NEWBORN BABIES"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"wp-block-heading\">CONGENITAL HEART DISEASE IN NEWBORN BABIES<\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan (PJB)?<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Penyakit Jantung Bawaan (PJB)<\/strong> adalah kelainan struktur jantung dan\/atau pembuluh darah besar yang sudah terjadi sejak dalam kandungan. Kelainan ini bukan termasuk gangguan irama jantung atau kardiomiopati (penyakit otot jantung), melainkan lebih kepada bentuk dan fungsi jantung yang tidak normal saat lahir.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cKelainan ini terjadi sejak dalam kandungan dan melibatkan struktur jantung serta pembuluh darah besar di dalam dada,\u201d jelas dr. dr. Suprohaita, Sp.A(K), M.Epid, dokter spesialis jantung anak dari RSAB Harapan Kita.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Deteksi Dini Melalui Diagnosis Prenatal<\/h2>\n\n\n\n<p>Diagnosis prenatal merupakan langkah penting untuk mendeteksi PJB sejak janin masih dalam kandungan. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan <strong>ekokardiografi fetal<\/strong>, khususnya pada trimester pertama saat pembentukan jantung sedang berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Deteksi dini memungkinkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penanganan medis lebih cepat setelah lahir<\/li>\n\n\n\n<li>Persiapan tim medis dan orang tua terhadap berbagai kemungkinan<\/li>\n\n\n\n<li>Peningkatan <strong>peluang hidup dan kualitas hidup bayi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cKalau punya alat ekokardiografi fetal dan dokternya terlatih, maka diagnosis prenatal bisa ditegakkan,\u201d ujar dr. Suprohaita.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tanda-Tanda Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi<\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun beberapa bayi dengan PJB tampak sehat, berikut gejala umum yang perlu diwaspadai:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Sianosis (Biru)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Warna kebiruan di lidah, bibir, dan area sentral<\/li>\n\n\n\n<li>Perlu dibedakan dengan hiperpigmentasi bibir<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Sesak Napas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Napas cepat dan dalam<\/li>\n\n\n\n<li>Cekungan di dada (retraksi) saat bernapas<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Gejala Lainnya<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Berat badan sulit naik<\/li>\n\n\n\n<li>Bunyi bising pada jantung<\/li>\n\n\n\n<li>Detak jantung cepat<\/li>\n\n\n\n<li>Kesulitan menyusu (interaktif feeding)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Skrining Awal PJB: Langkah Penting untuk Deteksi Dini<\/h2>\n\n\n\n<p>Kementerian Kesehatan Indonesia kini mewajibkan skrining <strong>PJB kritis<\/strong> dan <strong>hipotiroid kongenital<\/strong> pada bayi baru lahir (usia 1\u201320 jam). Salah satu metode skrining paling efektif adalah dengan <strong>pulse oximeter<\/strong>, yang mengukur kadar oksigen dalam darah.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Saturasi rendah bisa menjadi indikasi adanya PJB<\/li>\n\n\n\n<li>Hasil abnormal akan dikonfirmasi melalui <strong>echokardiografi<\/strong>, yang merupakan standar emas diagnosis PJB<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pilihan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan<\/h2>\n\n\n\n<p>Penanganan PJB tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa opsi penanganan umum:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Obat-obatan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Prostaglandin untuk membuka pembuluh darah tertentu<\/li>\n\n\n\n<li>Obat gagal jantung untuk stabilisasi kondisi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Prosedur Intervensi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kateterisasi jantung<\/strong> untuk menutup lubang atau memperlebar pembuluh darah<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Operasi Bedah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dilakukan bila kelainan terlalu kompleks atau intervensi non-bedah tidak efektif<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Tidak semua PJB memerlukan operasi. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing bayi.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Penyakit Jantung Bawaan (PJB)<\/strong> adalah kondisi serius namun dapat ditangani dengan tepat bila terdeteksi sejak dini. Diagnosis prenatal, skrining setelah lahir, dan peran orang tua dalam mengenali gejala sangat penting untuk memastikan bayi mendapatkan perawatan optimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Source : <a href=\"http:\/\/jadwal.rsabhk.co.id\" title=\"\">Dr. dr. Suprohaita, Sp.A(K), M.Epid<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyakit jantung bawaan bayi adalah kelainan struktur jantung sejak lahir. Kenali gejala, cara diagnosis prenatal, skrining awal, dan penanganannya di sini.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":10082,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82],"tags":[86],"class_list":["post-10077","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-kesehatan","tag-artikel"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10077","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10077"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10077\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10077"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10077"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10077"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}