{"id":12365,"date":"2025-06-25T14:12:31","date_gmt":"2025-06-25T07:12:31","guid":{"rendered":"https:\/\/rsabhk.co.id\/?p=12365"},"modified":"2025-06-30T08:01:56","modified_gmt":"2025-06-30T01:01:56","slug":"kejang-demam-pada-anak-cara-cepat-dan-tepat-menangani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/artikel-kesehatan\/kejang-demam-pada-anak-cara-cepat-dan-tepat-menangani\/","title":{"rendered":"KEJANG DEMAM PADA ANAK: CARA CEPAT DAN TEPAT MENANGANI"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"wp-block-heading\">KEJANG DEMAM PADA ANAK: CARA CEPAT DAN TEPAT MENANGANI<\/h1>\n\n\n\n<p><strong>Kejang demam<\/strong> adalah salah satu kondisi medis yang paling sering membuat orang tua panik, terutama jika baru pertama kali mengalaminya. Meskipun terlihat menakutkan, kejang demam <strong>umumnya tidak berbahaya<\/strong> dan tidak menyebabkan kerusakan permanen pada otak. Artikel ini akan membahas apa itu kejang demam, gejala awal, cara penanganan yang tepat, dan kapan harus membawa anak ke dokter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Kejang Demam?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kejang demam adalah <strong>kejang yang terjadi akibat demam tinggi<\/strong>, biasanya lebih dari 38\u00b0C, dan paling umum terjadi pada anak usia <strong>6 bulan hingga 5 tahun<\/strong>. Kejang biasanya berlangsung dalam waktu singkat, antara beberapa detik hingga maksimal 5 menit. Setelah kejang selesai, anak umumnya akan pulih dengan cepat tanpa komplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tanda-Tanda Anak Akan Mengalami Kejang Demam<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Orang tua perlu mengetahui gejala yang muncul sebelum kejang demam, agar dapat mengambil tindakan cepat dan tepat:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Demam Tinggi<\/strong><br>Suhu tubuh lebih dari 38\u00b0C menjadi pemicu utama kejang demam.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rewel atau Lesu<\/strong><br>Anak tampak tidak nyaman, lemah, atau mudah marah karena demam tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hilang Nafsu Makan<\/strong><br>Anak mungkin menolak makan atau minum karena infeksi yang memicu demam.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gejala Infeksi Tambahan<\/strong><br>Batuk, pilek, ruam kulit, atau muntah dapat menyertai demam.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menggigil<\/strong><br>Menggigil ekstrem bisa menjadi tanda awal bahwa suhu tubuh anak sedang naik drastis.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Mengalami Kejang Demam?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika anak mengalami kejang, berikut langkah-langkah penanganan yang harus dilakukan orang tua:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tetap Tenang<\/strong><br>Jangan panik. Tarik napas dalam-dalam agar bisa fokus membantu anak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Amankan Lingkungan Sekitar Anak<\/strong><br>Jauhkan benda keras, tajam, atau berbahaya dari sekitar anak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Miringkan Tubuh Anak<\/strong><br>Letakkan anak menyamping untuk mencegah tersedak jika ia muntah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Catat Durasi Kejang<\/strong><br>Jika berlangsung lebih dari 5 menit, segera cari pertolongan medis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jangan Masukkan Benda ke Mulut Anak<\/strong><br>Ini berbahaya dan bisa menyebabkan tersedak atau cedera.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Setelah Kejang Selesai<\/strong><br>Anak mungkin bingung atau mengantuk. Awasi terus kondisinya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Segera Konsultasi ke Dokter<\/strong><br>Terutama jika ini adalah kejang pertama, atau kejang tampak tidak biasa.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kapan Harus Menghubungi Dokter?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kejang berlangsung lebih dari 5 menit.<\/li>\n\n\n\n<li>Kejang terjadi lebih dari satu kali dalam 24 jam.<\/li>\n\n\n\n<li>Anak sulit bernapas atau tidak sadar setelah kejang.<\/li>\n\n\n\n<li>Anak menunjukkan tanda dehidrasi (tidak buang air kecil, bibir kering, lemas).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mencegah Kejang Demam pada Anak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kejang demam tidak selalu bisa dicegah, namun Anda bisa mengurangi risikonya dengan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mengontrol suhu tubuh anak saat demam<\/strong> menggunakan obat penurun panas sesuai anjuran dokter.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memastikan anak cukup minum<\/strong> agar tetap terhidrasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memakaikan pakaian tipis dan nyaman<\/strong> saat anak demam.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penutup<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kejang demam memang bisa membuat orang tua cemas, tetapi <strong>dengan pengetahuan yang tepat, kondisi ini dapat ditangani dengan aman<\/strong>. Tetap tenang, lakukan langkah pertolongan pertama, dan konsultasikan ke dokter untuk penanganan lanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kewaspadaan dan pemahaman yang baik, Anda bisa membantu anak melewati masa sakitnya dengan aman dan tenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Source:\u00a0<a href=\"https:\/\/jadwal.rsabhk.co.id\/\">dr Citra Raditha, Sp.A (K)<\/a>\u2013\u00a0<a href=\"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/\">RSAB Harapan Kita<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketahui penyebab, gejala, dan langkah pertama saat anak kejang demam. Panduan lengkap bagi orang tua untuk tetap tenang dan tanggap saat kejadian.<\/p>","protected":false},"author":28,"featured_media":12366,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-12365","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-kesehatan"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12365","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12365"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12365\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12366"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}