Terdepan dalam Pelayanan Kesehatan
Perempuan, Perinatal dan Anak

tolak gratifikasi

Informasi BIDIC

               borderx

Sejarah BIDIC

RSAB Harapan Kita didirikan oleh Yayasan Harapan Kita pada tanggal 22 Desember 1979 dengan nama RS Anak dan Bersalin Harapan Kita. Gagasan ini didasarkan pada keyakinan bahwa anak-anak adalah tunas bangsa yang dapat mengangkat derajat bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

dr. arionoFoto dr. Ariono Arianto, Sp.BA Karakteristik pasien RSAB Harapan Kita meliputi pasien bayi/anak sehat, pasien bayi yang lahir dari ibu yang sangat berharap mempunyai anak, dan pasien yang lahir dengan kelainan bawaan lahir yang tidak diharapkan.

BIDIC (Birth Defects Integrated Center)/PDTKBL (Pelayanan Deteksi Dini dan Tatalaksana Kelainan Bawaan Lahir) RSAB Harapan Kita hadir untuk menjawab panggilan pelayanan atas anak-anak yang kurang beruntung tersebut.

Pelayanan kelainan bawaan lahir di RSAB Harapan Kita diawali dari rujukan kasus-kasus Bedah Anak yang ditangani di RSAB Harapan Kita. Tatalaksana pre dan pasca operasi telah dilakukan oleh dokter spesialis Bedah Anak. dr. Eddy Mulyanto Halimun, SpB, SpBA dan dr. Ariono Arianto, Sp.BA sejak berdirinya RSAB Harapan Kita thn 1979.

Ide gagasan tatalaksana komprehensif baik untuk bayi-bayi kecil sebagai hasil dari program bayi tabung yang merupakan program pioneer di Indonesia untuk membantu ibu-ibu yang sangat mengharapkan anak dikembangkan oleh Prof. Dr. dr. Sudraji Sumapraja, Sp.OG(K). Beliau juga merealisasikan gagasan bagaimana membentuk suatu tim perinatologi dan PICU yang tangguh untuk mendukung bayi-bayi risiko tinggi dari hasil program bayi tabung dan pasien pasca operasi dalam rangka mengkoreksi kelainan-kelainan bawaan lahir yang tidak diharapkan pada bayi.

Era tahun 1990-an pelayanan bayi prematur dan bedah anak risiko tinggi didukung oleh back up tim perinatologi yang kemudian membentuk pelayanan intensif neonatus dengan dokter jaga yang standby selama 24 jam. Pelayanan NICU ini sekarang berkembang menjadi pelayanan Perinatologi Level IV yang didukung oleh tim bedah rekonstruksi terpadu dan koordinasi dengan PJN Harapan Kita khususnya untuk bedah koreksi kelainan jantung bawaan. Sebagai contoh, tindakan ligasi PDA dapat dilakukan secara bed side di NICU RSAB Harapan Kita.

Pada tahun 1991, Tim perinatologi dikembangkan oleh dr Titut S Pusponegoro, Sp.A dan dr. B. Wirastari Marnoto.SpA(K) untuk perawatan bayi/ neonatus =1bulan dan atau BBL = 3000 gram.

TIM PerinatalogiFoto Tim Perinatologidr titutFoto dr Titut S Pusponegoro, Sp.A

Selain itu, khususnya untuk pasien dengan kelainan bawaan, dikembangkan pula pelayanan genetika klinik yang dipelopori oleh dr. Erijati Indrasanto, Sp.A.

dr ErijantiFoto dr. Erijati Indrasanto, Sp.A

Teknologi pendukung deteksi diagnosis kelainan bawaan lahir terbantu dengan terbentuknya Laboratorium Sitogenetika yang mulai dikembangkan sejak 1990 oleh dr Singgih Widjaja dan Dr. dr Lydia Pratanu, MS dengan melakukan analisa kromosom darah tepi dan dikembangkan menjadi analisa kromosom prenatal (1992) dan FISH (Fluorescene In Situ Hybridization) pada Januari 2015. Pada Desember 2015, laboratorium sitogenetika semakin berkembang dengan diadakannya laboratorium genetika molekuler yang diresmikan oleh Menteri Kesehatan, yang membuka pemeriksaan baru yaitu Chromosomal Micro Array (CMA).

Seiring dengan berkembangnya Laboratorium Sitogenetika, berkembang pula deteksi kelainan bawaan prenatal yang diawali dengan amniosentesis pada 1992 oleh bagian Obstetri Ginekologi, oleh dr. Nurwansyah, Sp.OG.

Layanan CLP (Cleft Lip Palate) oleh Tim SEHATI (Senyum Sehat Anak Indonesia) di launching pada 22 Des 1994 oleh drg. Farida Kamil Sulaiman yang didukung dengan tim yang terdiri dari dokter anak, dokter gigi spesialis bedah mulut, dokter gigi orthodontie, psikolog dan tim terapis wicara.

Foto Tim SehatiFoto Tim SehatiPemantauan jangka panjang pasien yang lahir dengan handicapped dilakukan dengan terbentuknya long term follow-up clinic dan rehabilitasi medik yang komprehensif yang terdiri dari fisioterapi, okupasi terapi, terapi wicara, ortotik prostetik, psikoterapi, diprakarsai oleh Bu Yusuf, dan diwujudkan dalam bentuk LTFU clinic (Long Term Follow Up Clinic) pada tahun 1993 oleh dr. Titut S Pusponegoro Sp.A dan didukung oleh dr. Iramaswati Kamarul, Sp.A. Pasien pasca risiko tinggi yang mempunyai kendala pasca NICU tersebut diharapkan difollowup sejak lahir sampai bayi dapat menolong dirinya sendiri.

Pada tahun 2000-an Tim Maternal, Tim Perinatal, Tim Genetika, Tim Bedah Anak membuat suatu forum diskusi mengenai kelainan kongenital dan genetika dan mencoba mengintegrasikan dengan berbagai program pelayanan unggulan yang ada di RSAB Harapan Kita dalam 1 atap/wadah besar (One roof comprehensive and integrated birth defect center) dengan tujuan menghasilkan pelayanan yang terintegrasi.

Seiring dengan issue WHO dan Kementerian Kesehatan RI tentang landainya penurunan angka kematian bayi yang salah satunya disebabkan karena kelainan bawaan lahir, maka dilaksanakan surveilans kelainan bawaan lahir, salah satu pelaksananya yaitu RSAB Harapan Kita. Dengan semakin berkembangnya surveilans, deteksi dini dan tatalaksana komprehensif untuk kelainan bawaan lahir, diterbitkanlah SK BIDIC sejak tahun 2013 sebagai salah satu wujud dukungan RSAB Harapan Kita terhadap program Kementerian Kesehatan secara umum, dan khususnya juga kesejahteraan anak-anak yang kurang beruntung tersebut. Tim ini untuk pertama kali digawangi dan dipercayakan kepada Dr. dr. Johanes Edy Siswanto, Sp.A(K) untuk memimpin kelancaran berlangsungnya program tatalaksana kelainan bawaan lahir ini.

Nama BIDIC diperkenalkan pada April 2013 dan mulai memberikan pelayanan/soft launching pada tanggal 28 Maret 2014 dengan dibukanya poliklinik Fetomaternal mulai berjalan 28 Maret 2014 yang melayani fetal diagnostic dan fetal intervention serta konsultasi ante, intra dan post natal pada ibu-ibu kehamilan risiko tinggi.
Pada tanggal 15 Juni 2015, diperkenalkan Poliklinik BIDIC sebagai triase untuk pasien-pasien dengan kelainan bawaan lahir. akan ditriase di Poliklinik BIDIC sebelum akhirnya dikirim ke poliklinik yang akan menangani kelainan bawaan lahir tersebut.

bidic2ndlast

Tetapi seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan alur dan tatalaksana pasien BIDIC di RSAB Harapan Kita. Alur pasien dengan kelainan bawaan lahir sesuai dengan gambar di bawah, dan BIDIC melakukan pertemuan terintegrasi antar masing-masing bagian weekly/monthly untuk membahas update masing-masing bagian, baik pembahasan kasus sulit yang dijumpai, maupun penelitian atau pengembangan di bagian masing-masing.

Dengan adanya BIDIC sebaga suatu center, diharapkan pasien dan keluarganya dapat ditatalaksana dengan baik dalam hal ketepatan diagnosis, terapi dan timing untuk mendapatkan quality of life yang baik.

Motto BIDIC adalah The goal of BD care is NOT survival alone, but survival with an acceptable quality of life

Konsep dasar utama BIDIC dikembangkan dalam bentuk diagram gambar di bawah ini.

bidicrevisi

Konsep dasar utama ini dimulai dari pelayanan prekonsepsi, konsepsi, prenatal dan postnatal. Pelayanan masa prekonsepsi melalui Klinik Melati, pelayanan konsepsi melalui skrining genetika dan pelayanan obstetri ginekologi untuk skrining faktor resiko ibu. Pelayanan prenatal dilakukan melalui prenatal skrining, dan prenatal diagnostik serta fetal terapi untuk janin dengan kelainan bawaan dan pelayanan postnatal yang didukung oleh pelayanan neonatal dan pediatri yang didukung oleh NICU dan PICU yang siap 7x24 jam, pelayanan bedah terpadu dan pelayanan LTFU clinic yang akan mendukung tercapainya “Quality of Life” yang maksimal.

Dukungan mengenai pendidikan dan penelitian sebagai tri dharma perguruan tinggi juga harus dikombinasikan dalam program layanan ini. Data mengenai beban kelainan bawaan lahir diperoleh dari data primer dan data sekunder dari hasil surveilans kelainan bawaan lahir. Semua ini terintegrasi dalam bentuk proses pencapaian tumbuh kembang bayi dengan kualitas hidup yang optimal. Dengan kualitas hidup yang baik, anak-anak tersebut tetap dapat berperan dan meneruskan sebagai generasi penerus bangsa dalam mendukung cita-cita luhur bangsa.

-THINK BIRTH DEFECT THINK RSAB HARAPAN KITA-

Prestasi BIDIC

  • Tatalaksana pasien kelainan bawaan lahir mulai dari prenatal diagnosis dengan detailed USG maupun fetal echocardiography, fetal treatment dengan metode amnioreduction, amnioinfusion, LMIA, TTTS, punksi ascites intrauterine
  • Integrated surgery services yang didukung pemantauan pasca operasi yang baik oleh NICU level IV dan PICU selama 24 jam
  • Peningkatan angka kelangsungan hidup kasus bedah saluran cerna, misalnya gastroschizis, omphalocele, hernia diafragmatika dan berbagai atresia/stenosis saluran cerna
  • Tatalaksana ligasi PDA secara bedsite, bekerja sama dengan PJN Harapan Kita
  • Tatalaksana kasus hidronefrosis dan spina bifidaTatalaksana kasus bedah ortopedi anak
  • Tatalaksana kasus DSD (Disorder of Sex Development) anak
  • Pusat Celft Lip & Palate (SEHATI) pertama dan terbesar di Indonesia
  • Pediatric bronchoscopy – kerjasama antara KK Respirologi Anak dan KK THT
  • Pioneer long term follow up clinic (KKTK – Klinik Khusus Tumbuh Kembang) sejak tahun 1983
  • Deteksi kelainan bawaan melalui pemeriksaan analisa kromosom darah tepi, cordocentesis dan amniocentesis (analisa sitogenetika/karyotyping)
  • Deteksi kelainan bawaan pada jaringan/hasil konsepsi (Analisa kromosom product of conception)
  • Metode pemeriksaan genetika molekuler, yaitu Chromosomal Micro Array (CMA)yang dapat mendeteksi kelainan kromosom yang kecil, sampai 5 kb
  • Metode pemeriksaan FISH (Fluorescence In Situ Hybridization) untuk mendeteksi suatu mikrodelesi tertentu dengan sampel cairan amnion maupun darah tepi
  • Salah satu RS sentinel terpilih untuk pelaksaan surveilans kelainan bawaan lahir
  • Salah satu RS sentinel terpilih untuk pelaksaan surveilans CRS (Congenital Rubella Syndrome)
  • Pelaksana pelatihan surveilans kelainan bawaan lahir oleh Kementerian Kesehatan RI
  • Berperan aktif dalam koordinasi forum kelainan bawaan lahir baik dalam pennyusunan pedoman maupun monitoring evaluation dari pelaksanaan surveilans kelainan bawaan lahir
    • BIDIC telah melaksanakan beberapa kegiatan ilmiah antara lain : Symposium and Workshop on Birth Defects “Management based i Intra Uterine and After Birth Finding” dilaksanakan di Hotel Borobbudur Jakarta tanggal 24-25 Januari 2015
    • BIDIC Expo, dilaksanakan di RSAB Harapan Kita, tanggal 14-15 Desember 2015, dimana pelaksanaan mencakup :
      • Simposium dan Edukasi Ilmiah
      • Expo deteksi dan tatalaksana birth defect di RSAB Harapan Kita
      • Hospital Tour dengan melihat video kasus/ tatalaksana kelainan bawaan lahir sesuai bagian masing-masing
      • Peluncuran Buku BIDIC berjudul “Deteksi dini & Tatalaksana Kelainan bawaan Lahir”