DAMPAK ENDOMETRIOSIS TERHADAP KESUBURAN WANITA
Apa Itu Endometriosis?

Endometriosis merupakan kondisi medis ketika jaringan yang menyerupai endometrium tumbuh di luar rahim, seperti pada ovarium, tuba falopi, dan rongga panggul. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri kronis, gangguan menstruasi, hingga penurunan kesuburan wanita.
Hubungan Endometriosis dan Infertilitas
Endometriosis dapat mengganggu proses pembuahan, transportasi sel telur, hingga implantasi embrio akibat adanya adesi, kista ovarium, serta perubahan anatomi organ reproduksi. Data RSAB Harapan Kita menunjukkan bahwa 67% pasien endometriosis mengalami infertilitas pada periode 2020–2025.
Secara umum, wanita tanpa endometriosis memiliki tingkat fekunditas bulanan sekitar 10–20%, sementara pada wanita dengan endometriosis hanya 2–10% per bulan.
Data Pasien Endometriosis RSAB Harapan Kita

Berdasarkan data periode 2020–2025:
- 80% pasien mengalami infertilitas primer
- Rata-rata durasi infertilitas: 5,7 tahun
- 76% pasien memiliki IMT overweight (23–24,9 kg/m²)
- 62% berusia ≤35 tahun
- 83% mengalami dismenore
Mekanisme Endometriosis Menyebabkan Infertilitas
Endometriosis memengaruhi kesuburan melalui beberapa mekanisme utama:
- Adesi dan kerusakan anatomi: menyebabkan gangguan fungsi tuba falopi dan ovarium (20–40% kasus)
- Inflamasi kronis dan gangguan imunologi: menurunkan kualitas oosit dan implantasi embrio (50–60% kasus)
- Penurunan cadangan ovarium: terjadi pada 25–50% wanita dengan endometriosis
Pentingnya Diagnosis Dini

Sayangnya, keterlambatan diagnosis endometriosis masih sering terjadi, dengan rata-rata keterlambatan 6–11 tahun. Pada wanita dengan endometriosis, evaluasi infertilitas dianjurkan setelah 6 bulan hubungan seksual rutin, bukan menunggu satu tahun.
Pilihan Penanganan dan Program Fertilitas
Penanganan infertilitas akibat endometriosis meliputi:
- Tindakan bedah laparoskopi, terutama pada stadium ringan–sedang untuk meningkatkan peluang hamil spontan
- Teknologi reproduksi berbantuan, seperti Intrauterine Insemination (IUI) dan In Vitro Fertilization (IVF), terutama pada stadium lanjut atau kegagalan pasca-operasi
Dukungan Psikososial bagi Pasien
Wanita dengan endometriosis dan infertilitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi dan penurunan kualitas hidup dibandingkan infertilitas tanpa endometriosis. Oleh karena itu, dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam perawatan menyeluruh.
RSAB Harapan Kita Hadir untuk Anda
Endometriosis memang dapat menjadi tantangan dalam mewujudkan kehamilan. Namun dengan diagnosis tepat, penanganan komprehensif, dan layanan fertilitas terpadu, peluang untuk memiliki buah hati tetap terbuka.
Di RSAB Harapan Kita, kami siap mendampingi Anda dengan tenaga medis profesional dan teknologi reproduksi modern.
Sehatkan diri, siapkan masa depan bersama kami.
Narasuber: dr. Mohammad Haekal, Sp.OG, Subs.FER (K), MIGS, FICS