Terdepan dalam Pelayanan Kesehatan
Perempuan, Perinatal dan Anak

tolak gratifikasi

Mengenal Lebiih Dekat Tentang Manajemen Asi Perah

Jakarta, Kamis 01 Februari 2018, Team KP-ASI RSAB Harapan Kita memberikan edukasi kepada pasien di Ruang Seruni lantai 2 dengan topik “ Mengenal Lebih Dekat Tentang Manajemen ASI Perah yang disampaikan oleh Ns. Sri Herni Wigiarti, Skep selaku narasumber saat itu. Edukasi ini merupakan bagian dari kegiatan promosi kesehatan rumah sakit ( PKRS ) di RSAB Harapan Kita.

Edukator menjelaskan kepada pasien secara rinci tentang kegunaan daripada memerah susu, bagaimana cara memerah susu, penyimpanan ASI perah dan cara memberikan ASI perah. Manajemen ASI perah penting sekali, karena ASI yang sudah diperah akan terbuang sia-sia jika kita tidak mengetahui bagaimana cara penyimpanannya.

Memerah ASI di hari-hari pertama bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI jika bayi masih jarang menyusu. Setelah kegiatan menyusui berjalan lancar, produksi ASI akan sesuai dengan kebutuhan bayi, selama Bunda selalu menyusui sesuai keinginan bayi. Cara paling mudah untuk memberikan ASI pada bayi adalah dengan menetekkan langsung pada payudara. Namun, pada beberapa keadaan tertentu, hal ini sulit dilakukan sehingga ASI akhirnya diberikan dalam bentuk perahan. Contohnya adalah ketika bayi lahir dalam kondisi prematur sehingga kemampuan untuk menetek masih belum sempurna, atau bayi maupun ibu perlu dirawat di rumah sakit sehingga tidak memungkinkan untuk sering bertemu. Kondisi dimana ibu diharuskan untuk kembali bekerja, sekolah atau menjalankan kesibukan lainnya juga mempersulit pemberian ASI secara langsung, Sri Herni Wigiarti menjelaskan secara detail pada saat penyuluhan berlangsung.

mengenal lebih dekat tentang manajemen asi perah 01

Penyuluhan ini dihadiri oleh 12 peserta yang kesemuanya itu adalah orang tua dari pasien yang dirawat di ruang NICU . Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Masing  - masing dari mereka diberikan kesempatan untuk bertanya , sharing dan diskusi tentang topic yang sedang dibahas. Sri Herni juga mengajarkan pijat Oksitosin kepada para peserta yang hadir, karena menurut penelitian, pijat dapat mengurangi ketegangan dengan menurunkan hormon stres. Selain itu, pijat juga mengurangi risiko depresi dan masalah kardiovaskular pada ibu setelah persalinan. Di akhir edukasi, narasumber mengajak para ibu, khususnya peserta saat itu, untuk memahami dan menyadari betapa pentingnya memerah susu.

Ayo bunda – bunda hebat, ditunggu kehadirannya di RSAB Harapan Kita. Salam sehat.