preloader
HUT KE-46 RSAB HARAPAN KITA GELAR DONOR DARAH BERSAMA DIREKSI

HUT KE-46 RSAB HARAPAN KITA GELAR DONOR DARAH BERSAMA DIREKSI

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 RSAB Harapan Kita sekaligus Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, RSAB Harapan Kita menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan donor darah yang berlangsung di Auditorium Gedung Administrasi RSAB Harapan Kita ini menjadi simbol bahwa peran rumah sakit tidak hanya terbatas pada pelayanan kuratif, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat luas.

Keteladanan ditunjukkan langsung oleh jajaran direksi. Direktur Layanan Operasional RSAB Harapan Kita, dr. Kamal Amirudin, MARS, bersama Direktur Perencanaan dan Keuangan, Nola Juasnita, SE, turut serta mendonorkan darahnya dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, dr. Kamal Amirudin menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus bersifat menyeluruh dan berorientasi pada kemanusiaan.

“Setetes darah yang Bapak dan Ibu sumbangkan hari ini dapat menjadi harapan, bahkan keselamatan, bagi pasien yang membutuhkan—mulai dari ibu melahirkan, pasien operasi, hingga anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari 176 pendaftar, dengan 142 peserta berhasil mendonorkan darah setelah melalui proses skrining kesehatan ketat oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Proses ini memastikan setiap kantong darah yang terkumpul memenuhi standar kualitas dan keamanan tertinggi bagi penerima.

Melalui kegiatan ini, RSAB Harapan Kita kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pelayanan publik yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat, sejalan dengan semangat HKN dan nilai kemanusiaan.

Terwujudnya pelayanan kesehatan Ibu dan Anak yang aman dan berkualitas dengan pelayanan unggulan Birth Defect Integrated Center (BIDIC), Perinatal Terpadu dan Rujukan, dan Teknologi Reproduksi Berbantu melalui kerjasama tim, jejaring, dan sistem rujukan serta terselenggaranya pendidikan, pelatihan, dan penelitian yang terintegrasi dengan aktivitas pelayanan