RSAB HARAPAN KITA CETAK 15 PERAWAT NICU BARU DARI BERBAGAI PELOSOK NUSANTARA


JAKARTA, 9 Februari 2026 – Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Keperawatan Intensif Neonatus (NICU) Angkatan ke-19 pada Jumat, 7 Februari 2026.
Program pelatihan intensif yang berlangsung selama 72 hari ini berhasil meluluskan 15 perawat terpilih dari berbagai rumah sakit di Indonesia dengan tingkat kelulusan 100 persen, menandai keberhasilan RSAB Harapan Kita sebagai pusat pengembangan SDM keperawatan neonatal nasional.
Pelatihan Intensif 72 Hari dengan Standar Nasional
Pelatihan NICU Angkatan ke-19 ini dilaksanakan sejak 4 November 2025 dengan total 393 Jam Pelajaran (JPL) atau setara 25 SKP, yang terdiri dari:
- 21 hari pembelajaran teori
- 50 hari praktik lapangan di unit NICU
Kurikulum dirancang secara komprehensif untuk membekali peserta dengan kompetensi teknis, kemampuan asuhan keperawatan neonatus, serta dokumentasi pelayanan NICU sesuai standar pelayanan tertinggi.
Pesan Direktur: Ilmu untuk Dibagikan, Bukan Disombongkan
Dalam sambutannya, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSAB Harapan Kita,
Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FisQUA, menekankan pentingnya sikap rendah hati dan tanggung jawab moral bagi para lulusan.
“Jadi kalau pulang, sudah jadi yang paling pintar, tidak boleh sombong. Harus di-share ilmunya, mendidik teman-teman yang ada di sana,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kesempatan belajar di Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional (PKIAN) merupakan sebuah privilese yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu layanan di daerah masing-masing.
“Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk belajar di sini. Saya mewakili jajaran direksi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan serta pengabdian peserta selama belajar sambil tetap memberikan pelayanan terbaik,” tambah dr. Ariani.
Peserta dari Berbagai Daerah di Indonesia
Pelatihan NICU Angkatan ke-19 diikuti peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur.
Dari total 15 peserta, 12 perawat berasal dari institusi eksternal, di antaranya:
- RSUD dr. H. Yusuf SK – Kalimantan Utara
- RSUD dr. Soedarso – Pontianak
- RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes – Kupang
- RS Premier Bintaro
Hal ini menunjukkan peran strategis RSAB Harapan Kita sebagai rujukan nasional pengembangan kompetensi keperawatan NICU.
Tiga Lulusan Terbaik Pelatihan NICU Angkatan ke-19
Berdasarkan evaluasi substansi akademik dan perilaku, panitia menetapkan tiga lulusan terbaik:
- Santi Ayu Lestari, Ns., S.Kep
(RSAB Harapan Kita) – Nilai 950,8 - Saidatul Husna, A.Md.Kep
(RSUD H. Damanhuri Barabai) – Nilai 933,55 - Nila Okorida, A.Md.Kep
(RS Sentra Medika Cibinong) – Nilai 927,8
Tingkat Kepuasan Peserta Sangat Tinggi
Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan pelatihan mencapai 90,25 persen dengan kategori “Sangat Baik”.
Dengan kembalinya para perawat NICU ini ke institusi masing-masing, RSAB Harapan Kita berharap terjadi peningkatan mutu pelayanan NICU yang merata di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat jejaring pelayanan kesehatan neonatal nasional.